Minggu, 28 September 2014

satu pohon


Satu Orang Satu Pohon


Ada yang tidak beres dalam perjalanan saya menuju Jakarta. Di sepanjang jalan menuju gerbang tol Pasteur, saya melihat pokok-pokok palem dalam kondisi terpotong-potong, tersusun rapi di sanasini, apakah ini jualan khas Bandung yang paling baru? Sayup, mulai terdengar bunyi mesin gergaji. Barulah saya tersadar. Sedang dilakukan penebangan pohon rupanya. Dari diameter batangnya, saya tahu pohon-pohon itu bukan anak kemarin sore. Mungkin umurnya lebih tua atau seumur saya. Pohon palem memang pernah jadi hallmark Jalan Pasteur, tapi tidak lagi. Setidaknya sejak hari itu.

Hallmark Pasteur hari ini adalah jalan layang, Giant, BTC, Grand Aquila, dan kemacetan luar biasa. Bukan yang pertama kali penebangan besar-besaran atas pohon-pohon besar dilakukan di kota kita. Seribu bibit jengkol pernah dipancangkan sebagai tanda protes saat pohon-pohon raksasa di Jalan Prabudimuntur habis ditebangi. Jalan Suci yang dulu teduh juga sekarang gersang. Kita menjerit sekaligus tak berdaya. Bukankah harus ada harga yang dibayar demi pembangunan dan kemakmuran Bandung? Demi jumlah penduduknya yang membuncah? Demi kendaraan yang terus membeludak? Demi mobil plat asing yang menggelontori jalanan setiap akhir pekan? Beda dengan sebagian warganya, pohon tidak akan protes sekalipun ratusan tahun hidupnya disudahi dalam tempo sepekan.

Pastinya lebih mudah menebang pohon daripada menyumpal mulut orang.  Seorang arsitek legendaris Bandung pernah berkata, lebih baik ia memeras otak untuk mendesain sesuai kondisi alam ketimbang harus menebang satu pohon saja, karena bangunan dapat dibangun dan diruntuhkan dalam sekejap, tapi pohon membutuhkan puluhan tahun untuk tumbuh sama besar. Sayangnya, pembangunan kota ini tidak dilakukan dengan paham yang sama.

Para pemimpin dan perencana kota ini lupa, ukuran keberhasilan sebuah kota bukan kemakmuran dadakan dan musiman, melainkan usaha panjang dan menyicil agar kota ini punya lifetime sustainability sebagai tempat hidup yang layak dan sehat bagi penghuninya. Bandung pernah mengeluh kekurangan 650.000 pohon, tapi di tangannya tergenggam gergaji yang terus menebang. Tidakkah ini aneh? Tak heran, rakyat makin seenaknya, yang penting dagang dan makmur. Bukankah itu contoh yang mereka dapat? Yang penting proyek 'basah' dan kocek tambah tebal. Proyek hijau mana ada duitnya, malah keluar duit. Lebih baik ACC pembuatan mall atau trade centre. Menjadi kota metropolis seolah-olah pilihan tunggal. Kita tidak sanggup berhenti sejenak dan berpikir, adakah identitas lain, yang mungkin lebih baik dan lebih bijak, dari sekadar menjadi metropolitan baru? Saya percaya perubahan bisa dilakukan dari rumah sendiri, tanpa harus tunggu siapa-siapa. Jika kita percaya dan prihatin Bandung kekurangan pohon, berbuatlah sesuatu. Kita bisa mulai dengan Gerakan Satu Orang Satu Pohon.

Hitung jumlah penghuni rumah Anda dan tanamlah pohon sebanyak itu. Tak adanya pekarangan bukan masalah, kita bisa pakai pot, ember bekas, dsb. Mereka yang punya lahan lebih bisa menanam jumlah yang lebih juga. Anggaplah itu sebagai amal baik Anda bagi mereka yang tak bisa atau tak mau menanam. Pesan moralnya sederhana, kita bertanggung jawab atas suplai oksigen masing-masing. Jika pemerintah kota ini tak bisa memberi kita paru-paru kota yang layak, tak mampu membangun tanpa menebang pohon, mari perkaya oksigen kita dengan menanam sendiri.

Ajarkan ini kepada anak-anak kita. Tumbuhkan sentimen mereka pada kehidupan hijau. Bukan saja anak kucing yang bisa jadi peliharaan lucu, mereka juga bisa punya pohon peliharaan yang terus menemani mereka hingga jadi orangtua. Mertua saya punya impian itu. Di depan rumah yang baru kami huni, ia menanam puluhan tanaman kopi. Beliau berharap cucunya kelak akan melihat cantiknya pohon kopi, dengan atau tanpa dirinya. Sentimen sederhananya tidak hanya membantu merimbunkan Bukit Ligar yang gersang, ia juga telah membuat hallmark memori, antara dia dan cucunya, lewat pohon kopi. Kota ini boleh jadi amnesia. Demi wajahnya yang baru (dan tak cantik), Bandung memutus hubungan dengan sekian ratus pohon yang menyimpan tak terhitung banyaknya memori. Kota ini boleh jadi menggersang. Jumlah taman bisa dihitung jari, kondisinya tak menarik pula. Namun mereka yang hidup di kota ini bisa memilih bangun dan tak ikut amnesia. Hati mereka bisa dijaga agar tidak ikut gersang.

Rumah kita masih bisa dirimbunkan dengan pohon dan aneka tanaman. Besok, atau lusa, siapa tahu? Bandung tak hanya beroleh 650.000 pohon baru, melainkan jutaan pohon dari warganya yang tidak memilih diam.

kiamat


Kiamat Memang Sudah Dekat


Kiamat bagi sebagian orang adalah peristiwa magis cenderung komikal, melibatkan naga berkepala tujuh atau jembatan dari rambut dibelah tujuh. Peristiwa ini merupakan intervensi pihak eksternal, yakni Tuhan, yang akan datang menghakimi manusia di hari yang tak terduga. Lalu, jika tiba peristiwa alam yang meluluhlantakkan sebagian besar Bumi sebelah utara, melenyapkan sebagian besar Eropa, menihilkan kehidupan di Rusia, menyusutkan populasi AS hingga separuh, merusak berat Australia, Jepang, dan menenggelamkan pesisir pantai dunia hingga enam meter, menciutkan populasi Bumi sekurangnya duapuluh persen, lalu membiarkan sisanya dicengkeram iklim ekstrem dan kekacauan global, akankah ini cukup untuk sebuah definisi hari kiamat? Saya terusik ketika membaca buku Graham Hancock "Fingerprints of the Gods". Dengan buktibukti yang ia kompilasi dari peradaban kuno Aztec, Maya, Hopi, dan Mesir, Hancock menemukan jejak peradaban yang kecanggihannya melebihi peradaban modern hari ini, tapi hilang sekitar 10,000 tahun SM oleh sebuah bencana katastrofik yang mengempaskan ras manusia kembali ke Zaman Batu. Bukti geologis pun mendukung bahwa Bumi telah beberapa kali mengalami climate shift.

Suku Maya dikenal sangat obsesif terhadap hari kiamat. Mereka percaya lima siklus kehidupan (atau 'matahari') telah terjadi. Dan sistem canggih kalendar mereka (Hancock meyakininya sebagai warisan dan bukan temuan) menghasilkan perhitungan bahwa matahari ke-5 (Tonatiuh). yakni zaman kita sekarang, berlangsung 5125 tahun dan berakhir pada tanggal 23 Desember 2012 AD. Sementara itu, peradaban Mesir Kuno menghitung siklus axial Bumi terhadap kedua belas rasi bintang. Siklus yang totalnya 25,920.

 tahun ini bergeser teratur, masing-masing 2160 tahun untuk tiap rasi. Posisi kita sekarang, rasi Pisces, telah menuju penghabisan, bertransisi ke Aquarius dengan pergolakan dahsyat. Dengan pendekatan yang lebih esoterik, Gregg Braden dalam bukunya "Awakening to Zero Point" meninjau fenomena polar shifting, yakni bertukarnya Kutub Utara dan Kutub Selatan yang ditandai oleh melemahnya intensitas medan magnet Bumi tercatat sudah turun sebanyak tigapulu delapan persen dibandingkan 2000 tahun lalu dan dipercaya akan sampai ke titik nol sekitar tahun 2030 AD.

Fenomena alam ini sudah 14 kali terjadi dalam kurun waktu 4,5 juta tahun. Di luar dari kontroversi saintifik soal teori Hancock dan Braden, sukar untuk disangkal bahwa Bumi kita memang tak lagi sama. Tahun 1998 tercatat sebagai salah satu puncak perilaku alam yang luar biasa. El Nino, disusul oleh La Nina, lalu Tibet dan Afrika Selatan masing-masing mengalami musim dingin dan banjir terburuk dalam limapuluh tahun terakhir. Memasuki tahun 2005, tsunami memporak-porandakan Asia, lalu Katrina menghantam Amerika Serikat. Entah apa lagi yang akan kita hadapi. Namun pemahaman kita merangkak lamban seperti siput dibandingkan alam yang bagai kuda mengamuk. Isu pemanasan global membutuhkan satu dekade lebih untuk diakui para skeptis dan birokrat. Di Indonesia, sumber energi alternatif baru ramai dibahas setelah harga BBM melonjak, setelah bangsa ini terlanjur ketergantungan minyak. Isu pengolahan sampah dapur hanya sampai taraf bisik-bisik, itu pun setelah gunung sampah longsor dan memakan korban. Selain upaya kalangan industri yang dirugikan oleh turunnya konsumsi energi fosil, lambannya respons kita juga disebabkan perkembangan sains ke pecahan-pecahan spesialiasi hingga fenomena yang tersebar acak jarang diintegrasikan menjadi satu gambaran utuh, dan tanpa sebuah model analisa yang sanggup menunjuk satu tanggal pasti, bencana katastrofik ini hanya menjadi wacana spekulatif. Sekarang ini bisa dibilang kita dibanjiri data dan gejala tanpa sebuah kerangka diagnosa.

Pengetahuan kita tentang akhir dunia pun stagnan dalam kerangka mitos biblikal yang sulit dikorelasikan dengan efek panjang kebakaran hutan atau eksploitasi alam, hingga lazimlah jika orang beribadah jungkir-balik demi mengantasipasi hari penghakiman tetapi terus membuang sampahnya sembarangan. Untuk itu dibutuhkan pemahaman akan bahaya dari pemanasan global, dan tindakan nyata untuk meresponsnya dengan urgensi skala hari kiamat. Ada tidaknya hubungan knalpot mobil kita dengan cairnya es di kutub, bukankah kualitas udara yang baik berefek positif bagi semua? Lupakan plang 'Sayangilah Lingkungan'. Kita telah sampai pada era tindakan nyata. Banyak hal kecil yang bisa kita lakukan dari rumah tanpa perlu menunggu siapa-siapa. Perubahan gaya hidup adalah tabungan waktu kita, demi peradaban, demi yang kita cinta. Angkot kita satu dan sama: Bumi. Tarif yang kita bayar juga sama, mau kiamat jauh atau dekat. Tidak ada angkot lain yang menampung kita jika yang satu ini mogok. Penumpang yang baik akan memelihara dan membantu kendaraan satu-satunya ini. Sekuat tenaga.

sasmara


Samsaraa

Nama penyu itu Endang. Saya beri nama demikian karena saya belum sempat tahu Endang itu jantan atau betina, dan nama "Endang" cukup fleksibel mewakili keduanya. Endang dengan 'e' taling untuk perempuan, dan Endang versi 'e' pepet untuk laki-laki. Pertemuan saya dengan Endang terjadi tanpa rencana. Saat saya ke Manado beberapa waktu lalu untuk talk show bersama seorang biksu perempuan, Ayya Santini, saya diberi tahu bahwa panitia ingin mengadakan fang shen (mudita citta, pelepasan makhluk hidup) sesudah makan siang, dan saya diajak ikut. Biasanya saya lebih memilih beristirahat, apalagi perjalanan ke Manado ini dimulai sejak subuh berhubung naik pesawat paling pagi. Tapi saya belum pernah ikut fang shen sebelumnya, dan saya memutuskan ikut demi pengalaman baru. Fang shen adalah salah satu puja bakti dalam tradisi agama Buddha, yakni melepaskan makhluk hidup kembali ke alam bebas. Mereka yang ingin melakukan fang shen dapat membeli ikan, atau burung, atau apa saja, yang barangkali sudah di penghujung maut karena akan dijagal, lalu melepaskan mereka kembali ke habitatnya. Fang shen dipercaya dapat membuahkan umur panjang, kebahagiaan, dan seterusnya.

Terlepas dari umur saya bertambah atau tidak, saya merasa fang shen adalah tradisi yang luar biasa. Burung yang memiliki angkasa tak berbatas sebagai rumahnya mendadak disekap dalam kurungan, hanya karena kita ingin menjamin kicauan merdunya terdengar oleh kuping setiap hari, tak peduli kicauan itu ungkapan kebahagiaan atau frustrasi. Ikan yang memiliki aliran air luas sebagai rumahnya mendadak harus mengitari kurungan kaca akuarium, hanya karena kita ingin menikmati keindahan wujudnya.

Belum lagi ikan lele yang kemungkinan besar dihantam di kepala lalu berakhir di penggorengan. Melalui fang shen, kita mengembangkan kasih sayang dan rasa hormat bagi semua makhluk. Keluar dari kerangka pikir manusia pemangsa, lalu dengan sadar mengembalikan hak hidup makhluk-makhluk yang selama ini kita sekap dan kita jagal. Waktu saya dan biksuni (biksu perempuan) Ayya tiba di pelabuhan, Endang dan satu penyu kecil lain (saya beri nama Endang Jr.) sudah menunggu dalam perahu motor. Keduanya beringsut saling mendekat seperti mencari rasa aman. Kondisi Endang tidak terlalu baik.

Kaki depan Endang sobek besar hingga tampak tulangnya mencuat keluar. Lantai perahu bernoda merah di sana-sini karena darah dari luka Endang. Salah satu petugas perahu berkata, "Tidak apa-apa. Penyu itu binatang kuat. Kepalanya putus saja masih bisa hidup. Baru setelah dimasak, dia benar-benar mati." Saya lantas membayangkan, jika tangan saya terluka menganga hingga tulang harus berhadapan dengan udara, seperti apa sakit dan ngilunya? Bagaimana kita bisa mengukur rasa sakit Endang, hanya karena penyu tidak memiliki area broca di otaknya dan tidak berkata-kata? Sementara penyu adalah hewan yang memiliki sistem limbik sempurna, yang memungkinkan ia merasakan sakit, nyeri, ketakutan, sama seperti kita. Namun Endang dengan tulang terpampang memang bernasib lebih baik, karena teman-temannya yang tertangkap akan dibedah hidup-hidup. Dalam posisi terbalik, tempurung mereka disayat, dan daging mereka dipotong-potong di tempat, untuk lalu dijual dan dijadikan sup.

Orang Manado bilang, daging penyu lembut. Namun daging itu aneh, bergerak terus, sekalipun sudah dipotongpotong, dan baru diam setelah matang dimasak. Baru setahun terakhir ini larangan memperdagangkan penyu diperketat dan daging penyu mulai menghilang dari pasar. Sesekali ada nelayan nekat yang tetap mencuri kesempatan dan menjualnya  sembunyi-sembunyi. Endang dan Endang Jr. ditebus dengan harga 500 ribu. Harga yang termasuk murah, karena biasanya tiga penyu bisa kena satu juta. Sekitar tiga puluh menit kami melaju ke arah Bunaken. Setelah menemukan satu tempat yang dirasa cukup aman dan sepi untuk melepas duo Endang ini, perahu pun berhenti dan biksuni Ayya mulai membacakan paritta – rangkuman doa dalam agama Buddha. Saya diam dan memejamkan mata. Berharap air laut dan waktu akan menyembuhkan luka Endang. Berharap Endang Jr. bisa tahu rasanya menjadi dewasa, mati secara alamiah di alam bebas, dan bukan dalam mangkok sup.

Berharap kita semua akan menemukan jalan untuk hidup beriringan dengan makhluk lain tanpa perlu menyekap dan memangsa. Kita menangkap Endang dan kawankawannya bukan karena mereka ancaman bagi nyawa kita, tapi karena sebagian dari kita ingin memuaskan lidah dan kita punya cukup uang untuk menyajikannya di meja makan, dan untuk itu sebagian dari kita yang butuh uang rela menangkap Endang dan kawan-kawan, membunuhnya dengan keji. Bukan karena Endang menyerang atau mendendam, tapi karena Endang gurih. Berharap kita semua akan menemukan jalan untuk mengenyangkan perut dengan kekerasan minimal, agar perdamaian dunia yang kita dambakan tidak cuma slogan. Bagi kita, Endang hanyalah satu makan siang, tapi bagi Endang itu masalah hidup dan mati. Dalam diam dan mata masih terpejam, saya teringat cerita petugas tadi. Katanya, penyu-penyu melelehkan airmata saat mereka dicacah hidup-hidup. Endang ternyata bisa menangis. Saya bahkan tak tahu itu. Saat biksuni Ayya usai membacakan paritta, mata saya membuka. Basah. Sore itu, memang bukan Endang yang perlu menangis. Ia dan teman kecilnya cuma perlu berenang lagi.

harta karun


Harta Karun Untuk Semua
Cerpen rohman
Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang. Ada satu buku yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff  The Secret Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapi informasi di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana barang-barang kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.

Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan waktu ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya hanya dalam skala jam bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur setelah si pemakan permen menjadi fosil. Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion.
Dan sebagai konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak pohon yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban polutan yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta. Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita sendiri? Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis daging burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar 2,400 liter air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik 2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya? Limbah yang dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada berat chip itu sendiri.

Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi. Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yang tak bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing. Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka. Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedah jantung katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akan alam ini telah disosialisasikan sejak kecil.

Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, Pasar Baru, atau berjalanjalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada lautan PKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan penduduk satu kota? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnya diproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori pasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat ratusan macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun: haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu? Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi apa yang kita butuhkan? Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak berbatas. Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginan satu manusia. Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kacamata.

Seorang ekonom mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorang sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jika kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu, permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta kemauan kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan sejati. Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat menentukan.

Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protokol Kyoto, tidak perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah kita—memilih merk, kuantitas, tempat, gaya hidup adalah pilihan politis dan ekologis yang menentukan masa depan seisi Bumi. Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya bekerja, tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya bisa memilih membaca berita lewat internet atau membaca koran di tempat publik ketimbang berlangganan langsung. Bagaimana dengan fashion? Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar.

Dan setiap beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidak saya pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah lagi. Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan sampo yang utuh tak disentuh. Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yang berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta karun ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran. Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar. Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga dari kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa saya mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang bekas untuk disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun yang entah harus diapakan.

Stand saya menjadi salah satu stand paling laris selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah. Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan. Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasan diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak kamar mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya... dengan diri sendiri.

Siapkah kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu? Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua aneka pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan rantai sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info dan pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik. Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang itu tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu. Banyak orang yang berkomentar pada saya, "Aduh, Wi. Kamu bikin hidup tambah susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah.

Untuk itu kita justru harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.

Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah. Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya kita cari. Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.

Senin, 22 September 2014

Blater madura

Blater madura adalah  orang yang memiliki  sikap yang angkuh  dan  kasar .
Orang blater indentik dengan kejagoan . dirinya sendiri tiada orang lain  blater itu orang yang mempunyai kedudukan yang terpandang di sebuah desa dan dihormati .
mengapa begitu oarang maduara maka ketahuilah kalian semaunaya
jjangan sekALI  MENCEGAH BLATER

Orang blater madura yang betul betul blater  kalau di desanya sendiri  itu tidak  go majago di desanya sendiri tapi melainkan dia jago di luar wilayah madura , seperti di kalimantan ,jawa , Jakarta , dan masih banyak wilayah luar madura yang saya tidak disebutkan .
JANGAN jangan macam macam dengan aorang maduara dan ahrus takut
mencegah blater untukmempertahankan diriuntuk berkuasa

Orang blater indentik atau ciri khasnya adalah kemana membaya celurit yang  atau pisau cap garpu, dan songkok warna hitam yang tinggi kira kira, 3cm  dan berpakaian serba hitam , orang blater yang memiliki sikap ramah terhadap siapapun . 
untuk semua itu kita harus mencegah terjadinya  perkelahian  dalam meduara
  untuk mempertahan  diri manausia
Blater memiliki kelebihan juga,  biasanya sudah pernah  membunuh orang ,istrinya lebih dari satu orang, blater juga manusia biasa tapi mempunyai. Kedudukan yang penting di desa atau di kecamatan dan kabupaten , blater  juga  ciri ciri Yang unik , kumis yang tebal, dan orangnya tinggi besar wajahnya tampan ada yang seram juga dan ada yang kecil.harus menjaga kesopanan dengan blater orang yang gagah ok okkkkkk

Blater juga punya hobi yaitu mengadu ayam jago , dan   Maen judi Yang memnghabiskan uang yang banyak , 
Blater  biasanya banyak uangnya 
Karna  memiliki pekerjaan sebagai  juragan curanmor ,juragan Sabu , blater juga memiliki  jawi yang rejilius  dan bermasyarakat dengan baik tapi jangan membuat gara gara dengan blater , karna bila blater udah marah malapetaka. Datang  padanya.

Minggu, 21 September 2014

robot kebhuleh


Robot Canggih untuk Pembantu Rumah Tangga
Assistant Robt (AR)


  



Assistant Robt (AR) asli Jepang ini lumayan tangguh untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan seperti mencuci, ngepel, dan membersihkan dapur. Tapi jangan seneng dulu, produsennya bilang butuh satu atau dua dekade untuk memproduksi massal robot ini.







robot PR2

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo137SxYMSNuiQKqSzhBbX-3M_zCjos-NbrZ5s9RNEVlMZgES3y3_0ff-Nfl7-40Rdn9-jnH_y7rg78rSapEkqYNjGb6cKCVcVqJNA8AUenOQW8BIBWGMtz6Y6GA7rD7ukY7L_-Gz0D6GP/s400/robot+PR2.jpg


Perusahaan Willow Garage dari Silicon Valley telah memasarkan robot PR2 buatan mereka. Robot ini memiliki dua tangan pemegang, scanner laser dan banyak sekali kamera untuk melipat pakaian, menyajikan minuman, membersihkan meja,  hingga bermain bilyard. Bila baterainya kritis, ia secara otomatis mencari sendiri stop kontak dan mengisi kembali baterainya.



RoboCleaner RC3000
  


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTqwG383X_TQYrGzgT65Yx_C-G4Hmr3kU-aIjHyvllbps9LIS16XH_yUZzYrs9GOThkuzxD4eaC-sXnWU9i-jc936NAytSrcM9X2W6LRkKiD7UdJ_SUqgpeYajAKGX9V_A2BkFM2qKIGTK/s400/robot+cleaner.jpg
ini alat pembersih lantai yang menggunakan kombinasi sapu dan vacuum (penyedot) debu dan kotoran. Dengan teknologi robotic, alat ini dapat bekerja secara otomatis membersihkan ruangan dengan sempurna tanpa menyisakan debu di lantai maupun di karpet. RoboCleaner juga dilengkapi alat navigasi dan fitur sensor, sehingga mampu mendeteksi benda-benda yang ada di sekitarnya seperti kabel, furnitur dan lain-lain. Tidak perlu khawatir akan mengganggu kenyamanan Anda, karena alat ini juga dilengkapi sensor yang dapat mendeteksi tangga, sehingga alat ini tidak terguling.
  

Robot Roomba 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6qev4jOcdokZ39xpThyQ2ZDusodvPi3qCYls6HyJzPlyXfMKbtBqG3p6M2LdIdPY5RLgucb5twUoAmPIFoRr7X7CxalTXftrdKj2lwnkipGPUlJmHclsxaC2TpO6FtU24_loYxF8WS_n3/s1600/Roomba_QuadDrive_Robotinho.jpg

Robot yang diproduksi oleh iROBOT ini mampu membersihkan rumah tanpa diperintah. Dijual dengan harga 200-500 dollar AS. Robot yang diperkirakan telah dipakai oleh 2 juta rumah di dunia ini mampu membersihkan perabot rumah, lantai, tangga, dan karpet. Setiap menyentuh barang dengan barang yang berbeda, robot ini akan menyesuaikannya sehingga tak merusak barang. iROBOT sendiri didirikan oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya "Geeks" dari Massachusets Institute of Technology (MIT)

Robot HERB
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLJg1QMnlPo370FtlvcQ9ghqiFfRBVkjVhdf0smjh4dwEzPAnaWxe3vgrmBdHAcxYB1PNlDoJbFML8HxdBN5Fs-61tP1yGTrc08DzJNj2XK1E5-4D3micVq7ke1N5FdUKAyJsau2sC_wY3/s400/robot+herb.jpg
HERB (Home Exploring Robot Butler) mungkin akan menjadi pesaing para pembantu rumah tangga di masa depan karena robot ini memang akan melakukan banyak tugas rumah tangga mulai dari cuci piring, ambil makanan sampai buang sampah.

HERB yang dikembangkan oleh Quality of Life Technology Center dan Carnegie Mellon University menggunakan 6 buah komputer dan banyak sensor untuk melakukan banyak tugas di sekitar dapur.
Di dalam demonya diperlihatkan bagaimana HERB mengambil minuman yang kita minta dan kemudian langsung memberikannya (melepaskan minuman) pada saat tangan kita mendekati minuman tersebut.

Robot Apripoco 

Apripoco adalah robot berbentuk seperti kura-kura , robot pintar ini dapat membantu pekerjaan rumah seperti menyalakan resquker , memasak air , dan pekerjaan rumah lainnya .
Cara menggunakannya cukup dengan perintahkan dengan berbicara pada robot Apripoco itu. Dan dia langsung mengerjakan perintah diri sang majikan .


hp canggih


Harga Sony Xperia M2 Aqua, Ponsel Adroid Tahan Air Murah
Advertisement
Harga Sony Xperia M2 Aqua – Smartphone tahan air sangat dibutuhkan bagi anda yang memiliki aktivitas tinggi, dan sering berpergian ke medan berat atau bisa dikatakan bagi anda yang sudah berpetualang. Namun rata-rata Smartphone yang memiliki kekuatan tahan air dibandrol dengan harga mahal, dan tak sesuai dengan kantong kita yang minim.
Untuk memenuhi kebutuhan Smartphone tahan air murah, Sony akhirnya merilis Sony Xperia M2 Aqua yang dilengkapi sertifikasi IP65/IP68 dengan kemampuan tahan air pada kedalaman 1.5 meter selama 30 menit. Selain anti air, Sony Xperia M2 juga tahan terhadap debu yang acap kali membuat Smartphone rusak.
Sony sendiri memang dikenal selalu membuat Smartphone flaship yang dilengkapi sertifikasi IP65/IP68, seperti yang dimiliki Sony Xperia Z1, dan Sony Xperia Z2 yang dibaderol dengan harga mahal, karena menjadi produk premium yang dikeluarkan perusahaan asal Jepang tersebut.
Pasti anda bertanya-tanya apakah Harga Sony Xperia M2 Aqua juga dibanderol semahal Sony Xperia Z2 ataupun seri Z lainnya. Tenang saja, karena Harga Sony Xperia M2 Aqua diperkirakan akan dibanderol antar 3-4 juta rupiah, karena dari segi spesifikasi tidak segahar Smartphone Flaship buatan Sony yang lain.
Walaupun dibandrol lebih murah, namun berbagai kelebihan yang dimiliki Sony Xperia M2 akan sanggup memenuhi kebutuhan anda, dan bagi anda yang ingin tahu lebih detail bagaimana Spesifikasi dan Harga Sony Xperia M2 Aqua, mari kita ulas bersama-sama pada artikel hariangadget.com dibawah ini.
Spesifikasi Sony Xperia M2 Aqua Harga Sony Xperia M2 Aqua, Ponsel Adroid Tahan Air Murah
Spesifikasi Sony Xperia M2 Aqua
Spesifikasi Sony Xperia M2
  • Dimensi : 140 x 72 x 8.6 mm
  • Berat : 149 g
  • Layar : IPS LCD capacitive touchscreen, 540 x 960 pixels, 4.8 inches (~229 ppi pixel density) + Scratch-resistant glass
  • Memory Internal : 8 GB
  • Memory Eksternal : microSD, up to 32 GB
  • Ram : 1 GB
  • Internet : HSDPA, 42 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps; LTE, Cat4, 50 Mbps UL, 150 Mbps DL
  • Konektivitas : Wi-Fi 802.11 b/g/n, DLNA, Wi-Fi hotspot, Bluetooth v4.0 with A2DP, microUSB v2.0, USB On-the-go, NFC
  • OS : Android OS, v4.4.2 (KitKat)
  • CPU : Qualcomm MSM8926-2 Snapdragon 400, Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7
  • GPU : Adreno 305
  • Kamera Belakang : 8 MP, 3264 x 2448 pixels, autofocus, LED flash
  • Kamera Depan : VGA
  • Beterai : Non-removable Li-Ion 2300 mAh 
  • Fitur : IP65/IP68 certified – dust and water proof up to 1.5 meter and 30 minutes
Review Sony Xperia M2
Review Sony Xperia M23 Harga Sony Xperia M2 Aqua, Ponsel Adroid Tahan Air Murah
Review Sony Xperia M2
Layar & Desain
Memiliki dimensi sangat compat dengan ketebalan 8.6 mm, dan berat hanya 149 gram tentu ponsel ini sangat nyaman digenggaman. Apalagi layarnya juga tidak terlalu besar, hanya berukuran 4.8 inch dan memilikir resolusi 540 x 960 pixels. Walaupun belum beresolusi HD, namun mata anda tetap nyaman memandang layar ponsel ini, karena sudah dilengkapi teknologi IPS Display, yang digabungkan dengan lapisan Scratch-resistant glass.
Kelebihan utama dari segi desain, adalah kemampuan tahan air dan debu yang jarang dimiliki ponsel dikelas menengah. Memiliki standarisasi militer berkat sertifikat IP65/IP68 menjadikan Sony Xperia M2 sangat nyaman dibawa berenang atau memotret di dalam air, mencapai kedalaman 1.5 meter selama 30 menit.
Peforma
Harga Sony Xperia M2 Aqua yang cukup terjangkau menyebabkan, hardware yang dibawanya tidak sekelas Sony Xperia seri Z Atau ponsel lainnya yang dibandrol diatas 5 Juta Rupiah. Untuk hardare sendiri terdiri dari Processor Quad Core berekecepatan 1.2 Ghz yang dipadukan dengan Ram berukuran 1GB dan GPU Adreno 305. Sedangkan Chipset yang digunakan merupakan Chipset butan Qualcoom dengan seri Qualcomm MSM8926-2 Snapdragon 400.
Kualitas Chipset tersebut, sudah dibuktikan oleh seri Sony Xperia M2 seri sebelumnya, yang mampu berjalan secara lancar dalam mengekseskusi berbagai aplikasi android terbaru. Untuk menambah performa Sony Xperia M2 Aqua, ponsel ini juga dilengkapi sistem operasi Android terbaru versi Android OS, v4.4.2 (KitKat).
Tak perlu khawatir kehabisan memory saat menginstal banyak aplikasi, karena sudah disediakan memory internal berukuran 8GB dan dukugan slot MicroSD yang mampu menampung memory mencapai kapasitas 32 GB. Kemudian untuk segi masa pakai baterai, sudah disediakan baterai berukuran 2330 mah yang mampu bertahan selama 37 jam 31 menit saat memutar musik. Tersedia pula  mode baterai stamina agar baterai bisa bertahan lebih lama
Konektivitas 
Sektor konektivitas menjadi hal mendasar pada sebuah Smartphone Android, dan Sony Xperia M2 Aqua sudah dilengkapi jaringan LTE atau 4G yang memiliki kecepatan internet mencapai 150 Mbps. Apabil tempat anda belum tercover jaringan LTE, masih bisa mengandalkan jaringan Wifi dengan kecepatan 42 mbps.
Untuk aksi transfer data atau file, anda bisa megandalkan Wifi dengan kemampaun Dual Band, NFC, USB OTG, dan Bluetooth V4 yang memiliki kecepatan 2 kali lipat dibandingkan bluetooth versi sebelumnya, dan untuk urusan navigasi sudah tersedia GPS yang dilengkapi teknologi Glonass dan AGPS.
Kamera
Kamer Sony Xperia M2 Aqua bisa tahan air, jadi anda tak perlu khwatir saat memotret di dalam air, asal kedalamannya tidak mencapai 1.5 meter. Untuk ketajaman lensa yang digunakan hanya beresolusi 8 Megapixel, namun sudah dilengkapi sensor Sony Xmor RS, beserta Autofocus dan LED Flash.
Kamera belakang tersebut juga mampu merekam video beresolusi Full HD 1080p dengan kecepatan FPS mencapai 30fps. Kekurangan kamera Sony Xperia M2 Aqua adalah pada kamera depan, anda harus puas dengan kamera beresolusi VGA saat berfoto selfie.
Harga Sony Xperia M2
Harga Sony Xperia M2 Aqua Harga Sony Xperia M2 Aqua, Ponsel Adroid Tahan Air Murah
Harga Sony Xperia M2 Aqua
Harga Sony Xperia M2 Aqua belum dikonfirmasikan secara resmi oleh pihak Sony. Walaupun begitu ponsel ini diperkirakan akan cepat meluncur di Indonesia, dikarenakan Sony Indonesia sudah membeberkan informasi lengkap apa saja fitur-fitur yang dimiliki Sony Xperia M2 Aqua diwebsite resminya.
  • Harga Baru: –
  • Harga Bekas -
  • Harga Terbaru : Cek Di Sini
Perkiranan kami, Harga Sony Xperia M2 Aqua akan dibandrol antar 3-4 Juta Rupiah dan kemungkinan tidak berbeda jauh dengan Harga Sony Xperia C3 yang juga belum masuk ke Indonesia. Namun untuk lebih jelasnya lebih baik kita memantikan saja kabar resmi Harga Sony Xperia M2 Aqud secara langsung oleh Sony Indonesia.
Demikian informasi hariangadget.com pada kesempatan kali ini, semoga informasi terbaru kami mengenai Spesifikasi Dan Harga Sony Xperia M2 Aqua diatas bisa menjadi referensi dan gambaran sebelum anda membeli ponsel tahan air tersebut
� A e i Ȯ h X href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitmw_MdGyiXlLR3_Y9PiA2xHpHPDe69NG_7UUA5EnICpWXLLkF92M4Id7c93yqALEeJeOHGA1tIjyfISnKJTZuCf38vpfTvrKIgQN024Yplj74zxaQpPsNUhSRUFVm0uXQqRVnI5LMDec/s1600/pulpen10.jpg" style='width:300pt;height:212.25pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square' o:button="t"> https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitmw_MdGyiXlLR3_Y9PiA2xHpHPDe69NG_7UUA5EnICpWXLLkF92M4Id7c93yqALEeJeOHGA1tIjyfISnKJTZuCf38vpfTvrKIgQN024Yplj74zxaQpPsNUhSRUFVm0uXQqRVnI5LMDec/s400/pulpen10.jpg

Lihat kesamaan utk Yoropen, tapi yg satu ini mjd lebih mewah.
Free Ride Pen ini dirancang utk mjd berbeda, ergonomis, dan menyenangkan. Desainballpoint atas memiliki karet lembut seperti bahan pd bagian penting di mana jari bertemu pena. Lambung melengkung diadakan di tempat dgn tangan mengebor sekrup

USB Pen, MP3 Player, FM Radio, Voice Recorder

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv_gkcMsq8hLkYFrVfaBCp3zHhafHO-4d-URG-nGqvs_qbNmcoIu-1XJ35LwE2YXh9Knx1YHYctu8-s4HAsfNl2YSP6XXyXr_oJwNyJ1kXL0vHO44pQyT-hkiUrtRcvNXAAaFwiWVayR0/s400/pulpen11.jpg
Pendragon tidak suka, Anda benar-benar bisa membeli yang satu ini.
USB MP3 Pen + FM Radio + Voice Recorder adlh sebuah alat multi-fungsi! Anda dpt menikmati musik atau radio FM pd siang hari. Ini juga mrpkn alat yg nyaman dan gaya perangkat penyimpanan yang shockproof dan dpt dibawa ke manapun Anda pergi data & informasi akan ada kapan pun Anda butuhkan. Itu dilengkapi bersama dgn fungsi perekaman suara shg Anda dpt merekam data suara atau informasi penting sekaligus.

Swiss Pens

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwXOSrOB6OvTd1cbfbGFYyu1zvQOZgYAysNxGs0zBsA0znazRFzAZOI3BhqWjPiOoh2p02Gr8kmJ9aM5deK-XgEPLLgc7lemXrzNxL3pFkTmNFfxhmI3wMriGbON_2j2zN-kN8QOajc44/s400/pulpen12.jpg
Pulpen yg keren dan menarik. Pena dgn pisau Swiss Army. Mereka tersedia dalam warna pink, hijau, kuning, ungu, abu-abu, oranye, merah, biru , atau hitam. Swiss Pen asli Victorinox alat: pisau, gunting, file, obeng, dan lampu listrik. Hal ini juga berisi kartrid tinta Fisher-bertekanan memungkinkan kemampuan untuk menulis terbalik. Ini terbuat dari stainless steel dgn bedah plastik.

Duo digital pen mouse

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbhKDyBYAlZllCW68Db_-QxgIfXy1JZ7PNvg9aBWddHkjRbXp0ZYF-F_JCfV73HVXAeO72rpjYJMSHCH8DCPmKVyB4jPKOF5UdIFTH9TRG4Yt_bPRROJF0mhRBgR1oWyKHwSyPNCulGKk/s400/pulpen13.jpg
Memiliki layar sentuh laptop atau PC tablet bukan satu-satunya cara utk mengalami kenikmatan komputer layar sentuh. Pada dasarnya, Duo adlh pena mouse nirkabel digital yg terhubung ke laptop atau monitor melalui USB. Basestation yg terpasang pada bagian atas laptop atau layar monitor dan stlh dicolokkan ke USB, pena digital siap utk laptop atau mouse.

Pen to PC

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhRufuP_AZVDtPVjqwvHOYaUKImi3uT5Ry1OIfTaNj__erOgqlbFkb8s88EuDxf6NKUgnjyCt0H91Ohl4ljBANM4aL0x8Xw70w8NxURwozjSmxKsxw2C3oloXawXqIJj9YmhlhTVtvOiU/s400/pulpen14.jpg
Dgn Spy Pen ini Anda dpt menulis catatan pd kertas biasa dan tulisan-tulisan Anda transfer ke PC Anda. Bahkan lebih baik, tulisan-tulisan, catatan, dan nomor seorang gadis dpt ditransfer ke komputer secara nirkabel menggunakan Nokia Pen berkemampuan Bluetooth, shg Anda bahkan tdk perlu membawa kabel tambahan.

Spy camera pen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1RH53SzSM6hXrEDplGZWOvXcxiyhQHGEYSHp4Is9Abpixi6_YGpPVsS6MqBmWjgyV66xgc6OJ6Ve1d4GBVBylXA0RhOnKRumL2yTKW7_yi1AntRte_MKh07sXvLWIS5srr5larS03_aI/s400/pulpen15.jpg
Sebuah pena kamera mata-mata yg keren membuatnya sangat mudah utk memata-matai pacar, rekan kerja dan teman-teman. Hadiah ini sangat cocok utk mahasiswa, teman, dan bahkan orang dewasa dan dpt membuatnya sangat menyenangkan utk mata-mata dgn cara yg begitu tersembunyi

Pen Full of Memories

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRg_7AxRr4RPCWDtE5OSN3_1jbniltl5Qq1HaZlemVuHQe_Lt37I72921ziGmHFwzP3lD6SjFdZIvfXeQ3nrUaaQOD1YhmH0NhHRyZdy0jbTnWCVxMzWsjz0EpqSd3LX4ouVr5dd4YBZA/s400/pulpen16.jpg
Bond dan klannya slalu menginspirasikan gadget inovatif yg terlihat keren dan membuat kita merasa di-Pleb mahir! Mengambil pot-menembak adlh kemampuan Q U Pen Drive Memory dan mudah-mudahan akan mjd jawaban yg tepat utk pena dan kebutuhan memori!

sumber:
http://mars-in.blogspot.com/2012/04/pena-ini-memiliki-sebuah-lampu-di.html

Designed by Animart Powered by Blogger