Mobil berbahan bakar
air
Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, ensiklopedia bebas
Mobil berbahan
bakar air adalah mobil hipotetis yang
menggunakan air sebagai bahan bakar atau mengubah air menjadi sumber tenaga, tanpa asupan energi jenis lainnya.
Mobil berbahan bakar air tidak berhubungan dengan:
·
Mesin uap: mesin uap menggunakan air untuk "menghantar"
energi dari api atau sumber panas lainnya
ke piston atau turbin yang memutar mesin.
·
Mobil
hidrogen,
meskipun mobil ini sering menggunakan elemen-elemen serupa. Untuk menjalankan
mobil hidrogen menggunakan air, energi
dari pembangkit
tenaga (power plant)
digunakan untuk menghasilkan hidrogen dari air menggunakan metode elektrolisis. Hasilnya yang berupa
hidrogen dibakar di dalam mesin pembakaran internal atau digabung dengan
oksigen untuk menghasilkan air melalui sel-sel
bahan bakar.
Pada akhirnya, mobil itu sendiri memperoleh energi dari pembangkit tenaga,
dengan hidrogen yang berperan sebagai penghantar
energi.
Sebaliknya, mobil berbahan bakar air konon
mengambil energi dari air itu sendiri, yang menjadi landasan dari mesin
yang berputar terus-menerus (perpetual motion
machine). Mobil-mobil berbahan bakar air telah disebutkan dalam buku-buku
sejarah, surat-surat kabar, dan majalah-majalah sains populer, dan dalam legenda-legenda
urban sejak masa 1800-an.
Banyak cerita yang menggambarkan mesin-mesin yang dijalankan menggunakan air,
dan gagasan ini diberangus oleh perusahaan-perusahaan
minyak besar sertaprodusen-produsen mobil untuk melindungi
keuntungan mereka. Banyak klaim akan sumber tenaga berbahan bakar air (water-fuelled
power source) yang dimanfaatkan untuk memperoleh uang dari investor-investor yang mudah tertipu.
Daftar isi
Pembakaran bahan-bahan bakar konvensional
seperti bensin, kayu, dan batu
bara mengubah bahan bakar yang
dimaksud menjadi zat yang memiliki energi lebih sedikit (lihatentalpi pembentukan). Energi pun dilepaskan.
Dalam kasus bahan-bahan
bakar fosil,
pembakaran bisa diwakili oleh reaksi
kimia berikut:
Air adalah "limbah"-nya.
Reaksi-reaksi kimia spontan tidak
menciptakan energi, tetapi melepaskan energi dengan mengubah ikatan-ikatan yang
tak stabil menjadi ikatan energi yang lebih stabil atau
dengan meningkatkan entropi. Air adalah senyawa
kimia yang terdapat di mana-mana sebagian karena air memiliki ikatan sangat
stabil yang tahan terhadap hampir semua reaksi kimia. Agar air bisa ikut serta
dalam reaksi yang menghasilkan energi, harus ditambahkan senyawa-senyawa
berenergi tinggi. Sebagai contoh, bahan bakar asetilena yang mudah terbakar bisa
dihasilkan dengan menambahkan karbit ke dalam air. Namun, jika
demikian, karbitlah "bahan bakar"-nya, bukan air.
Secara teoritis, dimungkinkan untuk
menghasilkan energi dari air melalui fusi
nuklir,
tetapi reaktor fusi nuklir sebesar apa pun bukanlah hal yang praktis, apa lagi
di dalam mobil.
Mesin-mesin berbahan bakar air yang diklaim
seringkali mendapatkan hidrogen dengan cara mengelektrolisa air. Sel elektrolisis
butuh tenaga listrik. Hidrogen dan oksigen yang diperoleh melalui elektrolisa
ini dapat dibakar, tetapi untuk mengaktifkan sel elektrolisa saja butuh energi
lebih banyak daripada yang bisa didapat dari hasil yang berupa campuran
hidrogen-oksigen. Jika tidak, system seperti itu akan serupa dengan mesin yang
berputar terus menerus, yang sebenarnya mustahil itu.
Ketika hidrogen dibakar, panas yang dihasilkannya
dapat diubah menjadi usaha oleh mesin mobil konvensional empat
tak,
tetapi efisiensi mesin-mesin seperti itu
dibatasi olehhukum termodinamika kedua dan kemungkinan hanya
sebesar 20%.[1][2] Karena motor listrik
konvensional tak menggunakan panas, secara teoritis efisiensi motor seperti ini
mendekati 100%. Motor berefisiensi 94% dengan tenaga yang cukup untuk
menggerakkan mobil sudah banyak.[3]
Salah satu variasi dari tipuan mobil
bertenaga air adalah sel
bahan bakar air Stenley Meyer, yang mengklaim bahwa hidrogen dan oksigen
diproduksi oleh sejenis elektrolisis yang misterius. Rancangan ini juga menjadi
mesin yang berputar terus-menerus dan menyalahi hukum pertama
termodinamika.
Henry Garrett dari Dallas,
Texas konon mendemonstrasikan
suatu mobil berbahan bakar air, yang dilaporkan pada 8 September 1935 di surat
kabar Dallas Morning News.[butuh rujukan] Mobil itu menghasilkan
hidrogen melalui elektrolisis sebagaimana yang bisa dilihat dengan mempelajari
paten milik Garret, yang diterbitkan pada tahun itu juga.[4] Paten ini mencakup gambar
yang memperlihatkan karburator yang serupa dengan
karburator berpelampung biasa tetapi dengan pelat elektrolisis di bagian
bawahnya, dan di tempat yang terdapat pelampung untuk menjaga tinggi air.
Paten Garrett gagal mengidentifikasikan sumber
energi baru,
jadi energi dari aki mobilnya mungkin
digunakan untuk mengelektrolisis air menjadi hidrogen, yang kemudian dibakar.
Hidrogen dapat diperoleh dari air melalui elektrolisis dengan efisiensi sebesar
50 - 70%.[5] Pembakaran hidrogen akan
diubah menjadi energi
kinetik putaran oleh motor dengan
efisiensi sebesar 25 - 30%. Oleh sebab itu, hanya 10 - 15% energi yang diambil
dari aki untuk elektrolisis yang bisa digunakan untuk mengisi ulang akinya
walaupun mobilnya tak bergerak. Walaupun mobil ini bisa berjalan sebentar, tak
lama kemudian akinya akan habis hingga elektrolisisnya terhenti dan mobilnya
pun akan berhenti. Akan jauh lebih efisien jika akinya hanya digunakan untuk
menjalankan motor listrik, sebagaimana yang sekarang ini diterapkan oleh
mobil-mobil bertenaga baterai. Namun, mobil seperti ini baterainya harus diisi
ulang.
Yang berhubungan dengan tipuan mobil
berbahan bakar air adalah klaim bahwa bahan-bahan aditif, sering berbentuk pil,
mengubah air menjadi bahan bakar yang bisa digunakan. Ingat bahwa pada lampu karbit, suatu bahan aditif
berenergi tinggi menghasilkan bahan bakar yang bisa terbakar. Pil bensin ini
konon sudah didemonstrasikan pada kendaraan berukuran sebenarnya, sebagaimana
yang dilaporkan pada 1980 di Mother Earth News. Sekali lagi, air itu
sendiri tak bisa memberikan energi apapun dalam proses itu, aditif atau
pilnyalah bahan bakarnya.
Suatu artikel sains populer di New Scientist pada Jilid 2006
menjabarkan mesin jenis baru dengan judul menyesatkan Suatu Tangki Bahan Bakar
Penuh Air (A fuel tank full of
water).[6] Belakangan, New Scientist memuat surat yang
mengritik mereka karena membuat "klaim sensasional yang tak masuk
akal" dan menunjukkan bahwa mesin itu sebenarnya menggunakan boron sebagai bahan bakarnya.[7] Dalam hal ini, bahan
bakar itu adalah sodium
borohidrida,
suatu senyawa yang melepaskan oksigenjika bersentuhan dengan air:
NaBH4 + 4 H2O →
NaB(OH)4 + 2 H2
Hidrogen terbakar di udara (untuk
menghasilkan air):
2 H2 + O2 → 2 H2O
Beberapa senyawa kimia bisa melepas
hidrogen jika dicampur air, tetapi pada semua kasus, energi yang dibutuhkan
untuk memproduksi senyawa seperti itu melebihi energi yang diperoleh dari
pembakarannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar