Drama berujung kebahagiaan
Pada suatu hari,kebetulan di kelasku adalah pelajaran
bahasa indonesia,dan aku waktu itu mendapat giliran tampil drama bersama
kawan-kawanku di ipa 2,dengan penuh gemetar akhirnya aku memberanikan diri
untuk maju ke depan,sebenarnya aku belum siap,tapi apalah daya,memang beginilah
tugas kami sebagai seorang siswa-siswi.
setelah berada di depan kelas aku bersiap-siap untuk memberi penjelasan singkat tentang apa yang akan kami tampilkan hari ini,waktu ini,detik ini di kelas kami yakni ipa 2,waktu terasa sangat lama ketika aku menerangkan prolog pada teman-teman,hatiku makin berdebar kencang karena rasa gugup ini.
akhirnya kini tiba waktu bagi kami untuk menampilkan drama yang sudah kami buat di waktu yang lalu,tiba-tiba di tengah drama aku lupa dialog percakapanku,akupun salting,tapi kawanku menyemangati ku dan saat itu aku bertekad,dan berkata pada diriku sendiri dalam hati “aku tidak boleh menyerah sampai di sini”.
Pelan-pelan tapi pasti akupun mulai merangkai dialog baru ,dan kelompokku pun tanggap dan segera mengubah alur cerita juga,memang ini di luar narasi yang sudah kami buat akan tetapi ini lebih baik dari pada tidak sama sekali ataupun harus mengulang tugas ini di pertemuan berikutnya alias remidi.
Satu jam berlalu,akhirnya cerita kamipun selesai,aku agak ragu akan nilai yang akan di peroleh kelompokku nanti,aku merasa bersalah karena akulah mereka harus berfikir dua kali agar alur cerita kami bisa tetap sesuai walaupun dengan dialog yang berbeda,ibu pengajar kami tiba-tiba berdiri dan memberi aplous kepada kami,beliau bilang “INI BAAARU COWO’ U-MILD”sambil menunjuk ke arahku.
setelah berada di depan kelas aku bersiap-siap untuk memberi penjelasan singkat tentang apa yang akan kami tampilkan hari ini,waktu ini,detik ini di kelas kami yakni ipa 2,waktu terasa sangat lama ketika aku menerangkan prolog pada teman-teman,hatiku makin berdebar kencang karena rasa gugup ini.
akhirnya kini tiba waktu bagi kami untuk menampilkan drama yang sudah kami buat di waktu yang lalu,tiba-tiba di tengah drama aku lupa dialog percakapanku,akupun salting,tapi kawanku menyemangati ku dan saat itu aku bertekad,dan berkata pada diriku sendiri dalam hati “aku tidak boleh menyerah sampai di sini”.
Pelan-pelan tapi pasti akupun mulai merangkai dialog baru ,dan kelompokku pun tanggap dan segera mengubah alur cerita juga,memang ini di luar narasi yang sudah kami buat akan tetapi ini lebih baik dari pada tidak sama sekali ataupun harus mengulang tugas ini di pertemuan berikutnya alias remidi.
Satu jam berlalu,akhirnya cerita kamipun selesai,aku agak ragu akan nilai yang akan di peroleh kelompokku nanti,aku merasa bersalah karena akulah mereka harus berfikir dua kali agar alur cerita kami bisa tetap sesuai walaupun dengan dialog yang berbeda,ibu pengajar kami tiba-tiba berdiri dan memberi aplous kepada kami,beliau bilang “INI BAAARU COWO’ U-MILD”sambil menunjuk ke arahku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar