Minggu, 16 November 2014

Doa dan harapan

Malam  datang membawa bulan putih  yang Dingin melotot  ke bawah, dari langit  hitam abu abu  yang terlihat ganas . Langit di atas pantai kuta. Di sana  sangat banyak mayat bergelimpangan. Salah satu mayat itu tergeletak di ata tembok tembok reruntuhan. Ada pula  yang mengadah di got got kecil , berlinang lumpur bercampur pecahan  kaca , kayu  dan bebatuan lainnya  tersangkut dengan anehnya  pada tiang tiang listrik ,

Dan pohon tumbang lumpur sisa ombak tsunami telah membasuh  darah sinar bulan bangkai mati tAmpak seperti kotoran yang membengkak dan menjijikkan di sekitar sekitar semuanya itu yang  yang terdengar hanyalah jangkrik musim lembab yang kesepian. Dan mungkin juga rintihan  arwah arwah yang menghubungkan cipta .DALAM CIPTA yang sejahtera dengan samama mamamia 

Malam yang lalu,mayat mayat itu masih sempat hidup, bergerak  gerak berpesta pora di pinggir pantai dan tempat tempat tempat hiburan malam. Malam yang lalu . Beberapa dari  manusia itu  masih sempat bernyanyi  mengikuti tarian rancak lagu rock . Melompat  lompat  kadang tertawa sampil bergoyang goyang mengikuti ritme lagu  sungguh kegembiraan  meluap uap   jangan sekali kita memakisat dalam kebohngan

Tidak lama kemudian  
Mereka terhambur  serupa semut disiram minyak tanah, disertai teriakan  kata kata yang  merupakan ratapan kehilangan kesadaran juga seruan pertolongan dan lolongan suara itu meronta ronta  diteriakkan dan diberitakan dan diratakan  banyak tenggorokan manusia yang panik dalam bhasa inggir gitu loch tak lama kemudian saya terkujut sama dia sangat gila terlALUH JAUH UNNTUKNYA

Ada pengelesaian yang timbul disertai setumpuk  kebingungan harapan cacian makian doa doa penderitaan  dan juga kesyukurAn k karena dirinya masih sempat menghirup udara hari  seorang diri  
Hanya seekor  burung laut  yang sekali  singgah  menemaninya berlian dan kembali terbang syaifuddin adal ah ustad paling populer di indonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed by Animart Powered by Blogger